
Setelah tiga bulan, seorang ibu cuti melahirkan, kini saatnya untuk kembali beraktivitas, dengan meninggalkan sang buah hati untuk bekerja. Tentu saja, ada perasaan khawatir dan was-was ketika harus meninggalkan buah hati kita di rumah. Tapi, hal ini memang sebuah pilihan yang harus dilakukan bagi sebagian ibu yang bekerja di luar rumah. Tentunya harus ada solusi tentang pengasuhan anak, mulai dari menitipkan dengan kerabat, tetangga atau mempekerjakan pengasuh, atau lebih dikenal baby sitter.
Cara ketiga ini, banyak menjadi pilihan keluarga di Indonesia. Pilihan ini juga disetujui oleh para ahli. Jika ibu tidak bisa bersama dengan bayinya sepanjang waktu — karena bekerja, sekolah atau komitmen lain — mencari pengganti ibu adalah pilihan terbaik. Pengganti ibu dalam arti mengasuh bayi di rumah sendiri.
Memilih pengasuh anak
Saat ini, terutama di kota-kota besar, banyak yayasan penyedia jasa baby sitter. anda bisa saja mendatangi atau menelepon agen penyalur baby sitter untuk mencari pengasuh anak. Cara ini tidak selamanya mudah, bisa timbul ketidakcocokan antara anda dengan calon pengasuh. Seorang pengasuh sebaiknya mencintai anak-anak, Tetapi ini bukan jaminan ia cocok dengan anak. Sebelum menemukan, anda sebaiknya melakukan proses seleksi untuk melihat kecocokan si kecil dengan pengasuh. Jika si kecil cepat berinteraksi dengan pengasuhnya berarti ada kecocokan awal.
Yang harus diperhatikan dalam memilih pengasuh anak yaitu :
Sekalipun anda telah mendapat pengasuh yang tepat untuk anak, jangan menyerahkan semua perawatan dan pola asuh anak kepadanya. Anda sebaiknya tetap memiliki andil dalam pengasuhan dan perawatan anak karena fungsi pengasuh hanya membantu anda untuk memenuhi kebutuhan anak, bukan mengganti pengasuhan orang tua.
Disadur dari Buku “Baby Guide”
Tulisan yang berhubungan :
If you would like to make a comment, please fill out the form below.
Komentar di Tulisan